Kunjungan Penting: Berubah Pikiran, Pemimpin Sementara Venezuela Kini Siap Bekerja Sama dengan AS

CARACAS, KOMPAS.com

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan siap bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam menentukan masa depan negara tersebut. Pernyataan ini berbeda dari sikap Rodriguez sebelumnya setelah operasi militer yang dilakukan pihak AS. Dalam pesan yang dipublikasikan di Telegram, dikutip dari Aljazeera pada Senin (5/1/2026), ia menulis, “Kami menganggap prioritas untuk bergerak menuju hubungan yang seimbang dan saling menghormati antara AS dan Venezuela.” Ia juga menambahkan, “Kami menyampaikan undangan kepada pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda yang bertujuan mencapai pembangunan bersama.”

Trump Peringatkan Cuba Bisa Bernasib Serupa Venezuela

Trump sebelumnya menyatakan para pejabat AS telah berkomunikasi dengannya dan bersedia bekerja sama. Namun, ia dengan cepat mengubah nada, menyebut Rodriguez sebagai “ramah” menjadi ancaman langsung. “Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro,” kata Trump kepada majalah The Atlantic dalam wawancara pada Minggu (4/1/2026).

“Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro.”

Kemungkinan Serangan AS ke Venezuela dan Masa Depan Maduro

Presiden AS juga menyatakan bahwa serangan lebih lanjut terhadap Venezuela dapat terjadi, termasuk kemungkinan mengerahkan pasukan darat. Ia menegaskan kembali dominasi AS di negara tersebut. Maduro, yang dijadwalkan hadir di pengadilan federal New York pada hari Senin, mungkin menghadapi nasib serupa dengan mantan presiden Panama Manuel Noriega, yang ditangkap AS pada 1990. Noriega, yang dulu merupakan sekutu setia AS, menghadapi tuduhan penyelundupan narkoba dan pencucian uang serta dihukum 40 tahun penjara. Hukumannya dikurangi menjadi 17 tahun karena berkelakuan baik, namun kemudian diekstradisi ke Prancis atas tuduhan lain, lalu kembali ke Panama hingga meninggal pada 2017.

“Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro.”

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *