Agenda Kunjungan: Berubah Pikiran, Pemimpin Sementara Venezuela Kini Siap Bekerja Sama dengan AS

Sikap Rodriguez Berubah, Siap Bekerja Sama dengan AS

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengungkapkan keinginan untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam menentukan masa depan negara tersebut. Pernyataan ini menunjukkan perubahan dari sikap Rodriguez setelah operasi militer yang dilakukan AS. Dalam pesan yang dipublikasikan di Telegram, dikutip dari Aljazeera, ia menulis,

“Kami menganggap prioritas untuk bergerak menuju hubungan yang seimbang dan saling menghormati antara AS dan Venezuela.”

Ia juga menyampaikan undangan kepada pemerintah AS untuk berkolaborasi dalam agenda yang bertujuan membangun negara secara bersama.

Trump Berubah Nada, Ancam Rodriguez

Rodriguez, yang menjabat sebagai wakil Maduro sejak 2018, diangkat sebagai pemimpin sementara oleh Mahkamah Agung Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditahan dalam operasi militer AS. Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, ia mengecam tindakan AS sebagai kekejaman yang melanggar hukum internasional. Pernyataan ini menciptakan ketegangan dengan Presiden AS, Donald Trump.

Trump sebelumnya menyebut Rodriguez sebagai “ramah”, tetapi kemudian secara langsung mengancamnya.

“Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro,”

kata Trump kepada majalah The Atlantic dalam wawancara pada Minggu (4/1/2026) pagi. Presiden AS juga menyatakan bahwa serangan lebih lanjut terhadap Venezuela bisa terjadi, serta tidak akan mengecilkan kemungkinan mengerahkan pasukan darat di negara tersebut.

Maduro Hadapi Tuduhan Serupa Noriega

Maduro dijadwalkan hadir di pengadilan federal New York pada hari Senin. Ia mungkin akan menghadapi nasib serupa dengan Presiden Panama, Manuel Noriega, yang ditangkap oleh pasukan AS pada 1990. Noriega, yang awalnya merupakan sekutu setia AS, dituduh melakukan penyelundupan narkoba dan pencucian uang. Ia dihukum 40 tahun penjara, lalu dikurangi menjadi 17 tahun karena berkelakuan baik.

Noriega kemudian diekstradisi ke Prancis atas tuduhan lain, lalu kembali ke Panama untuk menjalani hukuman lebih lanjut hingga meninggal pada 2017. Kasus ini menjadi perbandingan bagi Maduro dalam menghadapi serangan AS terhadap pemerintahannya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *